Felix mendatangi rumah Nessi setelah dari kediaman utama Almeer. Gadis itu katanya sedang tidak enak badan, jadi hari ini terpaksa libur kuliah. Mungkin dia kelelahan, semalam Nessi bedagang mengerjakan tugasnya. Saat membukakan pintu, wajah gadis itu nampak tidak seceria biasanya, Felix langsung mengusap puncak kepala Nessi sambil tersenyum. "Sudah makan?" Nessi menggeleng lemah, mengusap matanya. "Aku baru aja bangun tidur. Ngantuk banget habis minum obat tadi pagi, aku istirahat di ruang televisi. Badan aku agak panas sejak tadi malam, rasanya wajah aku mau kebakar. Pas aku bercermin, pipi dan hidung aku memerah. Mata aku berair juga." Dia mengadu manja, memajukan bibirnya cemberut. Nessi tidak senang terlihat lemah di hadapan orang lain, selalu ingin kuat dan ceria. Tapi saat bersama

