Dua Puluh Sembilan

1736 Kata

“Max,” desis Lily saat mendapati sosok Max yang baru masuk ke dalam lift yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Lily mencoba untuk menyusul, tapi pintu lift sudah tertutup tepat saat Lily hampir sampai. “Sial,” ujar Lily dengan nafas tersengal. Ditariknya nafas dalam-dalam, menghirup banyak oksigen. Napasnya kembang-kempis. “Lily, sedang apa kau disini?” tanya seorang pria dari arah belakang Lily. Lily berjingkat kaget dan memutar tubuhnya untuk melihatnya. Mata bulatnya melebar. Pria itu menatap Lily dengan aneh, sebelah alisnya naik. “Jen,” desis Lily sebelum dirinya tersenyum dengan terpaksa sambil mengatur napasnya. “Sedang apa kau di sini? Aku---” “Ya, kebetulan aku sedang ada di sekitar sini. Jadi aku mampir untuk menemui, Jen,” potong Lily sebelum keduanya saling member

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN