PART : 40

1370 Kata

"Kamu kenapa?" tanya Anggi duduk di samping Yoga yang saat itu tiduran sambil memejamkan matanya. Tapi ia tidak tidur. "Pusing," jawabnya. Anggi meletakkan tangannya di dahi Yoga, mengecek kembali suhu badannya. Tenyata, masih sama ... panas seperti saat ia periksa di kampus tadi. Anggi meletakkan tas miliknya di meja dan berlalu keluar dari kamar. "Ada apa, Non?" tanya Bik Tini mengagetkan saat ia masih celingak-celinguk mencari dimana letak dapur. "Dapurnya dimana, Bik?" "Di sana, Non," tunjuk Bibik mengarahkan Anggi. Ia segera melangkah menuju pengarahan Bibik. Sebuah panci kecil berisi air hangat ngilu kuku, dan handuk kecil ia ambil dan bawa kembali ke kamar Yoga. Yoga masih sadar, hanya saja kondisi fisiknya benar-benar lemah. Anggi mengompres dahi Yoga, berharap panasnya ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN