"Kamu beneran nggak mau nikah sama aku?" Tatapan Anggi fokus pada wajah yang saat ini berdiri sampingnya. Darahnya yang tadinya seolah panas menggebu-gebu karena perkataan mamanya yang mengatakan ini adalah pernikahannya, jadi adem seketika. "Jadi, bagaimana?" "Yoga, kamu kan lagi sakit. Kenapa malah ada di sini?" tanya Anggi. Tapi Yoga tak menjawab pertanyaannya. Ya ... dia adalah Yoga. Sosok laki-laki yang mengisi penuh ruang hatinya. Bahkan jika tak ada dia, hidupnya seolah hampa. Yoga beralih dan berdiri tepat di hadapan Anggi. Tak hanya sampai di situ, dia yang tadinya berdiri, tiba-tiba malah berjongkok dengan sebelah lututnya sebagai tumpuannya. Tentu saja sikap Yoga itu membuat Anggi tak habis pikir. Apa yang sedang ia lakukan? "Anggi, aku mau kamu jadi milikku seutuhnya dan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


