PART : 13

1089 Kata

Anggi masih berada dalam diamnya. Ia merasa bisikan Yoga masih terngiang di telinganya. Tersadar saat ponsel yang ada dalam tasnya berdering. Ternyata, Ivanlah yang menghubunginya. Anggi segera menyambar tas dan keluar dari kamar secara diam-diam. Melihat situasi aman, ia kabur melalui pintu belakang. Melarikan diri apalagi tanpa adanya kedua orang tuanya di rumah, adalah perkara mudah. Saat sampai di jalan, sebuah mobil berwarna hitam sudah menunggunya. Ya, dialah Ivan. "Jalan sekarang?" tanya Ivan yang turun dari mobil. "Oke. Mereka berdua segera menuju ke sebuah restoran. Biasanya Ivan hanya mengajaknya ke cafe-cafe tongkrongan anak muda. Tapi sekarang berbeda. Ya ... tempat ini terlalu formal. "Kenapa liatin aku gitu?" tanya Anggi menyadari kalau Ivan terus memandanginya. Tentu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN