Sementara itu, Khnurn yang diantar kembali ke kediamannya di Istana dalam, oleh Kasim Hoton. "Silakan Yang Mulia," ujar Kasim Hoton. Putra mahkota Khnurn, tertegun di dalam ruangan besar yang kosong itu. Dia mematung, kemudian seketika pandangannya yang sedari tadi berkabut, berubah menjadi jelas. Pikirannya yang sedari tadi dipenuhi dengan perkataan Depesire yang terus terngiang-ngiang, berubah menjadi cerah. Di saat yang bersamaan, barulah dia bisa mengingat semuanya. "Hoton?" panggil Khnurn. "Saya Yang Mulia," jawab sang Kasim dengan senang.. "Di mana Neith?" tanya Khnurn yang sudah mengingat semuanya. Dia tidak peduli jika Hoton tahu Khnurn ada di situ. Khnurn sudah tidak bisa lagi menyembunyikan perasaannya pada gadis itu. Dia pun bertekad untuk memperjuangkan Neith sampai titi

