"Apa itu?" tanya Khebe terkejut. Neith juga merasa bingung. "Entahlah Yang Mulia. Saya juga tidak tahu." Namun sejurus kemudian, terlihat ada satu titik di depan mata Neith yang terlihat memancarkan cahaya menyilaukan. Cahaya itu kemudian memancarkan angin yang berubah menjadi p****g beliung. Semakin lama semakin besar. "Apa itu?" tanya king Khebe. "Nilemira," bisik Neith yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri. Benar saja, angin yang berpilinnitu membentuk seraut wajah yang tersenyum. Lantas secepat kilat merangsek masuk melalui tatto bergambar ular di pundak kiri Neith. Gadis itu memejamkan mata, seiring dengan hilangnya angin yang berembus dingin tadi. "Halo Neith," sapa Nilemira yang telah merasuki dirinya. "Aku ingin menghabiskan waktu sejenak dengan King Khebe, kupinjam

