21.

636 Kata

Malam harinya... Kia masih mendiami Nando dari saat pria itu pulang kerja sore tadi. tampak jika Kia masih merasa kesal akan sikap suaminya tadi pagi. bagaimana sikap dan ekspresi Nando yang membentak dan tak memperyai ucapannya. Berulang kali juga Nando berusaha mencairkan suasana di antara mereka, tapi Kia terkesan banyak diam dan bicara seadanya. di kamar, mereka terlihat seperti orang yang sedang berperang "Kia...." panggil Nando lirih. "Ya?" tanya Kia tanpa mau repot-repot melihat ke arah Nando. "Apa kamu masih marah sayang?" tanyanya hati-hati. "Tidak!" sangkal Kia cepat. "Kalau tidak marah, lalu kenapa kamu seakan menghindariku sayang?" "Menghindari? tidak, biasa saja." Nando yang merasa gemas pun memegang lengan Kia dan membalikkan badannya. "Tatap mataku sayang." pint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN