“Dia meminta cerai darimu?” tanya Rose dengan lirih. Rose merasakan sesak di dadanya. Bukan ini yang ia inginkan. Rose menginginkan kebahagiaan Robert dan Dara, ia tidak ingin menghancurkan kebahagiaan mereka. Melihat dirinya sendiri lah yang menjadi penyebab kesedihan Robert membuat hatinya sakit. Bukan kesedihan yang ingin ia berikan kepada lelaki yang dicintainya itu. “Mungkin itu yang terbaik untuk kami,” ujar Robert sembari tersenyum tipis. Mendengarkan kata perceraian itu membuat hatinya diliputi dengan kesedihan yang mendalam. “Ini salah Rob… tidak seharusnya kalian bercerai.. kalian saling mencintai, pergilah Rob.. kejarlah dia dan katakana padanya bahwa kamu mencintainya.” Rose menggenggam tangan Robert dengan erat dan menatap ke dalam manik mata lelaki itu. Robert tersenyum li

