“Dara…” tangan kekar itu menguncang bahu Dara dengan pelan. “Steve… kamu ngapain sih!” Steven menghela nafas gusar. “Kamu nggak dengar dari tadi aku ngomong apa?” Dara menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Nggak…penting ya?” Dara mengendikkan kedua bahunya dengan tidak acuh. “Dara… aku ini klien kamu loh… aku lagi bicarain pekerjaan.” Steven menatap Dara dengan tajam, sedangkan Dara hanya mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Pikiran Dara sedang kacau saat ini. Dara tidak ingin melakukan apapun. Jika saja sekertarisnya tidak menghubunginya dan mengatakan bahwa ada klien penting yang ingin bertemu dengannya, maka Dara akan memilih untuk berdiam diri di dalam kamarnya, “Kamu baik-baik aja?” Steven menggenggam tangan Dara dengan erat dan menatap Dara dengan lekat. Dara hanya diam s

