“Bunga apa yang paling kamu sukai?” “Mawar, mawar merah…” wanita itu tersenyum manis kepada lelaki di sampingnya. “Sesuai namamu, Rose.” Senyuman wanita itu merekah bagaikan setangkai mawar merah yang mekar dengan indahnya. Lelaki itu sangat menyukai senyuman wanitanya itu. Lelaki tampan itu membelai wajah mulus Rose dengan lembut dan mengecup bibirnya yang semerah mawar. “Tetaplah bersamaku hingga ajal menjemput. Jadilah bunga mawar merah yang selalu menghiasi taman hatiku. Aku mencintaimu, Rose…” Bisik lelaki itu dengan pelan. Rose kembali tersenyum. “Selama kamu terus mempertahankanku di sisimu, selama itu juga aku akan berada di sisimu.” Kali ini Rose yang mengecup bibir lelakinya. Kecupan-kecupan kecil itu berubah menjadi sebuah lumatan yang lembut. Keduanya saling bertukar senyum

