Waktu Yang Berlalu

991 Kata

“Dara hamil? Dia tidak mengatakan apapun padaku.” Setitik air mata jatuh dan membasahi pipi Robert. Hatinya terasa begitu perih, ia tidak ada di samping Dara di saat wanita itu sangat membutuhkan kehadirannya. “Dara juga tidak tahu bahwa dia sedang hamil. Setelah perceraian kalian. Dara tidak makan dan tidak pernah keluar dari kamarnya. Usia kandungannya yang masih muda tidak dapat bertahan karena kondisinya itu. Dia telah hancur karenamu Rob…” Cora merasakan kepedihan yang sama seperti yang sahabatnya itu rasakan, tanpa ia sadari air mata mengalir melalui kedua matanya. Mereka berdua menangis tersedu-sedu. “Jika aku bisa menukarkan nyawaku untuk kebahagiaannya maka aku akan melakukannya,” gumam Robert dengan suara yang bergetar, “Dimana dia sekarang Cora? Aku mohon beritahu aku keberada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN