"Andin !!! " ucap Evan , " hai Rey ,hai Van " Salam Andin. " Duduk lah" suruh Reynald. kemudian Andin duduk di sofa disusul Reynald dan Evan. "ada apa kamu kemari? " tanya Reynald Sarkas " ada yang ingin aku bicarakan ? " jawab Andin " kenapa ga telpon aja, sampai kamu harus repot-repot datang kemari memang pembicaraan seperti apa yang kamu inginkan?" Reynald yang masih sarkas. " aku ingin bicara empat mata" jawab Andin kembali " Ok aku pergi , Sorry" Evan yang sadar bahwa ia saat ini pengganggu bagi Andin langsung meninggalkan Ruangan Reynald. " cepat katakan? " Reynald " Aku tidak akan mundur dari mu Rey, dulu kau yang selalu mengejar ku untuk mendapatkan hati ku, sekarang aku sadar mungkin ini karma bagi ku, dan aku pun saat ini akan melakukan hal yang sama dengan mu, aku akan m

