Reynald, menghampiri Shireen yang sedang berada diruanggannya. Shireen pun menoleh bersamaan dengan pintu ruangan yang terbuka. "Mas" "Shireen" ucap mereka bersamaan dan Shireen langsung berdiri memeluk suaminya dengan air mata yang mengalir deras ke pipinya. "Kamu kenapa sayang, what's wrong with you? " tanya Reynald. "Mas , aku ini emang bukan menanti yang baik, enggak bisa nyenengin orangtua kamu" oceh Shireen sambil menangis terisak. "Kok tiba-tiba kamu ngomong gitu, kita duduk dulu yok, kita obrolin semuanya dengan baik dan jelas , oke" ajak Reynald yang menarik tangannya Shireen untuk duduk di sofa. Setelah duduk di sofa, Reynald berjalan ke mejanya dan menggunakan intercom yang terhubung ke meja sekertarisnya Mira. "Mira, tolong cancel semua jadwal saya hari ini, dan tolong

