Reynald baru selesai menghubungi Evan dan menghampiri Shireen. "Sayang kata Evan dia sudah siapkan semua kebutuhan kita buat di Bali selama satu minggu dan pekerjaanku juga sudah di handle sama Evan, jadi sore ini kita bisa berangkat"ucap Reynald pada Shireen. "Wah secepat itu mas?" tanya Shireen "Iya dong, kamu emang nggak tahu sepenting apa Suamimu diluaran sana?" ucap Reynald bangga. Shireen memutar kedua bola matanya memalas, bila Reynald sudah mulai memuji dirinya sendiri. "Gimana mau tahu kamu diluaran sana, orang keluar rumah aja dibatasin" gerutu Shireen. "Bukan dibatasin sayang, itu buat kebaikan kamu. Mana tahu dijalan kamu nanti ada apa-apa, kalo keluarnya sama aku kan aku bisa jagain kamu, kalo keluarnya sendiri yang mau jagain kamu siapa kalo ada apa-apa" tanya Reynald.

