Reynald POV Reynald duduk di sofa ruang televisi , aku sengaja tidak menghampiri Shireen karena aku tahu betul pasti hanya akan ada perdebatan lagi antara aku dengannya ditambah Shireen sedang menangis aku rasa dia butuh waktu untuk menenangkan dirinya , setidaknya hatiku tenang karena telah menemukan Shireen. " Aku nggak akan lepasin kamu Reen, biar bagaimanapun kita harus pertahankan pernikahan kita aku nggak mau ada kata perceraian dalam pernikahan ini, apalagi harus merelakanmu dengan laki-laki b******k itu , Cuih sangat tidak Sudi sekali" ucapku. Bik Asih membawakan aku teh manis hangat dan sebuah kotak obat, Bik Asih ingin membantuku untuk mengobati lukaku tapi aku melarangnya , entah kenapa rasa sakit luka diwajahku tidak terasa apa-apa dibandingkan luka di hatiku saat melihat S

