Shireen membuka kedua matanya, kepalanya masih terasa sangat pusing, kedua tangannya terikat. "Dimana aku, siapa yang menculikku?" tanya Shireen dalam hatinya. kedua bola mata Shireen mengelilingi seisi ruangan yang terlihat seperti rumah tua tak terurus. "Ya Allah lindungilah aku" do'a Shireen dalam hatinya tanpa terasa Shireen meneteskan air matanya karena ia tidak bisa membohongi dirinya, bahwa dia benar-benar mera takut. "Mas Rey, aku mohon kamu cari aku mas" gumam Shireen terus-menerus dalam hatinya. Tak lama pintu ruangan terbuka, Shireen yang memang masih merasa pusing dengan penglihatan yang masih samar-samar memperhatikan seseorang yang masuk dan berjalan menghmpirinya. Semakin dekat semakin jelas wajahnya dan Shireen benar-benar terkejut. "Andin" lirih Shireen. Andin tersenyu

