64. Hiruk Pikuk Pagi Hari

1896 Kata

Pria itu terbangun ketika tenggorokannya terasa kering. Membuka kedua matanya, ia pun sejenak mengucek salah satu matanya sembari menguap. Melirik ke sebelahnya, rupanya sang kekasih masih tertidur pulas dengan posisi yang masih sama dari terakhir kali mereka tertidur. Pantas saja lengannya terasa kebas, kepala kekasihnya masih betah berada di sana bahkan setelah beberapa jam dilalui. Sambil setengah meringis, pria itu pun mencoba untuk menarik lengannya tersebut dari bawah kepala sang gadis. Maka secara hati-hati, ia pun berupaya keras untuk memindahkan letak kepala kekasihnya ke atas bantal tanpa membuatnya terbangun apalagi sampai memprotes jika lengan dirinya harus tetap dijadikan sebagai bantal. Sampai ketika sang pria berhasil menarik lengannya dari sana, ia pun kini bernapas lega

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN