Hari itu, Raga sedang sibuk menandatangani setiap berkas yang diberikan para staf karyawan di perusahaannya. Akan tetapi, tanpa diduga tiba-tiba saja seseorang muncul dan menerobos masuk tanpa mau mendengarkan peraturan yang sudah diterapkan. Bahkan, Fadel pun harus ikut masuk karena merasa tidak enak kepada atasannya. Mengingat seharusnya Fadel bisa mengatur setiap janji temu siapa pun dengan bosnya yang sedang sibuk di dalam, tapi justru kini ia malah dibuat kebobolan oleh seorang pria yang ia ketahui betul sosoknya siapa. Lalu, ketika si pria penerobos itu sudah berhasil masuk dan mengagetkan Raga yang kini tengah memandang heran di tempat duduknya, Fadel pun sigap bersuara dengan posisi badan setengah membungkuk. "Maaf, Pak. Saya sudah menahan dan memberinya peringatan, tapi tahu-

