Malam indah yang mereka habiskan bersama pun terlewati. Sella terbangun dan mendapati dirinya masih tak berbusana, bahkan selimut yang semalam menutupi tubuh polosnya tampak teronggok di atas lantai. Sella membulatkan kedua mata lebar, lalu menyapu pandang ke seluruh ruang kamar. Ia tidak melihat Bima di samping tempat tidur, bahkan di dalam kamar itu. "Apa Pak Bima udah pulang duluan?" gumam Sella lalu beranjak turun dari ranjang. "Sssshhhhhttt!" Sella meringis saat merasakan sakit di bagian selangkangannya karena semalam dia dipaksa melebarkan kedua kaki cukup lama, dan Bima memasukkan Juki dengan menggunakan sedikit tenaga, karena bagian itu sangat sempit. "Jangan jangan robek?" gumam Sella, dengan polosnya ia menundukkan kepala lalu melebarkan kedua kaki untuk melihat bagian yang

