Kecewa

467 Kata

. Hilya menangis di kamarnya. Dia kecewa dengan suaminya yang tidak mau lagi memiliki anak dari rahimnya. Padahal, Hilya ingin sekali hamil lagi, Hilya ingin ada suara bayi yang memenuhi rumah mereka. Si kembar Sudah semakin beranjak dewasa sudah jarang di rumah karena harus sekolah Dan Les pula. Dia merasa kesepian apalagi saat suaminya bekerja. Tokonya sudah tutup untuk membantu perusaan suaminya yang nyaris bangkrut. Lalu dia di rumah hanya bekerja dan nonton TV kenapa Reyhan tidak memikirkan perasaannya sama sekali.     Hilya memutuskan untuk menelepon, Lena saja. Mungkin dengan menelepon Lena suasana hatinya akan lebih baik.   "Assalamualaikum, Len."   "Iya Waalaikumsalam, Hil. Ada apa?"   "Kamu lagi sibuk?"   "Enggak sih lagi tiduran aja sama Levin."   "Oh. Aku ganggu enggak?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN