"Setitik cahaya akan selalu datang sebagai petunjuk kala rasa lelah, pasrah sudah muncul." ***** Reyhan terus mencari ke sana ke mari keberadaan Hilya. Tapi, sampai saat ini nihil tidak ada siapapun yang tahu ke mana Hilya pergi. Sebuah telepon masuk, lalu langsung dia angkat berharap Itu memang Hilya. "Ya?" "...." "Baik Saya ke sana sekarang." Setelah mendapat telepon Reyhan buru-buru pergi. Dengan Eldan yang Masih di ruang keluarga menonton tv pun di ajaknya. Dia tidak enak jika harus terus menitipkan anaknya kepada Lena apalagi Lena juga baru punya bayi. "Eldan kita pergi yuk, nak," ucap Reyhan kepada Eldan yang sedang menonton tv. "Ke mana, Yah? Kita cari Ibu lagi ya," tanya Eldan. "Iya. Kamu berdoa aja ya semoga Ibu sama Kakak cepet ketemu dan kumpul

