Antara hobi, sekolah, atau prinsip, mana yang harus dipilih?
Shella Fanny Sasmita, seorang gadis penyuka hal berbagu Jejepangan dan gim Fate/Grand Order, tengah dilanda dilema untuk mengorbankan dua dari tiga hal dan memperjuangkan salah satunya. Nilai anjlok dan peringkat yang menurun membuat Liana—Ibu Shella—mengancam akan menghapus semua koleksi anime dan gimnya, jika Shella tak berhasil mengembalikan posisinya dan lulus dengan nilai memuaskan.
Belum lagi sosok pemuda bernama Rama Dhananjaya—teman satu kelas yang akhir-akhir ini menghantui pikiran dan mengancam runtuhnya prinsip hidup Shella, yakni “No pacaran sampai waktunya.”
Shella tak bisa semudah itu meninggalkan apa yang sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Ia juga tak bisa membiarkan nilai dan sekolahnya lebih hancur dari ini. Gadis itu juga tak mengerti bagaimana harus bersikap untuk menghadapi hati dengan perasaan asing ini.
Lalu, apa yang harus dilakukan sang gadis untuk menghadapi semua itu?
Bisakah ia mencari cara agar tak perlu ada yang direlakan dari ketiganya?
*****
Alhamdulillah....
Ai No Sentaku.
Kisah percintaan antara gadis anime dengan lelaki di dunia nyata. Ini adalah cerita pertamaku yang bergenre teen-fiction. LOL. Berat, jujur saja. Tidak biasa diriku ini menulis cerita selain dari genre yang penuh dengan imajinasi dan khayalan, alias, fantasy.
Sebelumnya, terima kasih kepada seluruh keluarga besarku di The WWG, untuk Gen 7 dan keluarga besar fantasi, yang terus memberi support dan dorongan untuk menempuh jalan baru di Dreame ini. Tentunya juga kepada kak Nisa Atfiatmico, yang sudah membantu langkah awalku berada di sini.
Ryoukai! Minna, san! Selamat menikmati cerita baru dari Shika!
Mata, ne!
Sincerely,
Shika.