Aku masih tak menyangka dengan pemandangan yang ada di hadapanku saat ini,raut wajah ku seketika berubah bagaimana tidak,aku berada di ancol saat ini dengan memakai pakaian kantor, Wajah aria yang bahagia membuat moodku setabil,ia menggenggan tanganku berjalan di depanku kadang sesekali menghadapku dengan senyuman yang mengembang,ia menarikku menuju abang penjual permen kapas,dan mulai merengek ingin makan makanan manis tersebut. Akhirnya ku dudukkan gadis itu di bangku di samping penjual itu. “aria tunggu di sini ya,biar kakak yang belikan”ucapku seolah memberikan pengertian padanya. Sedangkan gadis itu mengangguk mantap,dan memandangi punggung kekasihnya itu. NANA.POV Aku tau laki laki yang sangat mencintai tubuh ini,memiliki masa lalu yang kelam.aku mendengarkan waktu ia berbicara

