“aku akan bertanggung jawab”jelasku pada aria. Aku tau dia takut aku meninggalannya tapi apa dia belum bisa percaya pada ku?kenapa hal sepele seperti ini masih harus di pertanyakan. “tapi bagaimana kak dinda?apa dia mau melepaskan kakak,bukannya terakhir kali dia menolak untuk bercerai” Kak dave menarikku dalam pelukannya, mendekapku erat dalam d**a bidangnya. Aku masih bermain dengan fikiranku. “aku sudah bercerai dengan dinda”ucapku di sela pelukanku. Aria hanya terdiam,dengan senyum yang ia sembunyikan di balik wajah polosnya. Gadis itu tak tau harus mengucapkan selamat atau ikut prihatin,atas perceraian kakaknya itu. Jadi dia lebih memilih diam dan menikmati perlakun mesra dave padanya. Pagi ini aria keluar dari apartemen dave dengan tas berisi dokumen yang bisa dibilang b

