"Iya Nek, maaf sudah membuat khawatir. Binar usahakan pulang tidak terlalu malam." Usai memastikan sambungan dengan sang Nenek berakhir, Binar mengela napas panjang. Menurunkan ponsel dari telinga, ia tatap sosok yang kini duduk di sebelahnya. "Sudah?" Tanya sosok itu yang melihat Binar hanya diam dengan ponsel miliknya yang kini berada digenggaman gadis itu. Mengangguk kaku, Binar menyodorkan ponsel tersebut, mengembalikannya pada sang pemilik. "Makasih, Bang." Pria itu—Jackson, hanya mengangguk seadanya, sembari meraih ponsel miliknya dan diletakan di atas meja. Sejenak, keduanya terperangkap senyap. Sebelum akhirnya, Binar memberanikan diri mengoyak canggung yang merongrongnya sejak menginjakkan kaki ke dalam apartemen milik Bosnya itu. Astaga ... Kenapa dia sering sekali terlibat

