Luka Lama - 31

1963 Kata

Nyaris pukul dua belas malam, tapi kedua mata Binar tak juga bisa terpejam.  Mengela napas gusar, gadis itu akhirnya bangkit, merubah posisi yang sebelumnya sudah berbaring, sembari memeluk guling. Kini posisinya berubah menjadi duduk di atas tempat tidur.  Menyandarkan punggung pada sandaran tempat tidur, kakinya yang berselonjor, berusaha menjepit selimut dengan jari jempol dan telunjuk kaki kanannya. Gerakannya yang sejak tadi rusuh, berguling kearah kanan-kiri, terlentang bahkan tengkurap membuat posisi selimut yang sebelumnya terpasang hingga sebatas dagu, kini menumpuk di depan kakinya.  Binar tersenyum puas, setelah jempol dan telunjuk kaki kanannya berhasil menjepit selimut yang teronggok cukup jauh. Bahkan, untuk meraihnya dengan tangan pun, ia sudah terlalu mager. Melirik nak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN