Kavi menggerutu dengan keputusan sepihak yang dibuat oleh bosnya, yang tak lain dan pastinya sahabat sejati Kavi. Kavi tampak tidak menikmati menu makan malamnya kali ini. Kavi mencoba untuk menjaga perasaan rekan kerjanya, Dania. Bukannya Kavi bertindak tidak profesional, Kavi tahu jika Dania menyimpan sebuah rasa untuknya. Kavi memilih untuk bertukar pesan dengan Bintang melalui gawainya, membuat Dania yang berada di hadapan Kavi menegurnya, "Pak Kavi kalau makan suka main handphone?" tanya Dania yang membuat Kavi membeku sebentar dan kemudian menatap lawan bicaranya. Kavi merasa bersalah dengan sikap acuh tak acuhnya, tapi Kavi tak ingin memberi kesempatan untuk Dania, "Ehem," Kavi mencoba berdeham untuk mencairkan suasana,"aku minta maaf, aku nggak bermaksud untuk mengabaikan kamu

