Sekarang Fanya dan Devan sudah sampai di sekolah, setelah tadi pagi mereka sempat cekcok or adu mulut dulu di depan tukang bubur dan banyak orang karena masalah bubur, hingga berakhir dengan memakan nasi goreng yang Devan bawa untuk Fanya. Devan bersyukur, setidaknya Fanya bisa menerima nasi goreng buatannya sendiri. Jadi, usaha bangun jam 3 pagi hanya untuk memasak itu tidak sia-sia bukan? "Nih helm nya." Kata Fanya seraya mengembalikan helm yang dipakainya ke Devan kemudian berlalu meninggalkan Devan dengan tidak mengucapkan 'terimakasih'. Devan mengejar Fanya. "Pulang sekolah bareng gue." Ucap Devan pelan di telinga Fanya yang memberikan geleyer aneh disekitar tubuh Fanya. Devan pun mempercepat jalannya untuk mendahului Fanya. Setelah punggung Devan sudah tidak terlihat lagi, tiba

