"Fanya..." pekik Nada pada orang yang ada di sebelahnya. "Apa sih Nad teriak-teriak aja?" Sahut Fanya kesal. Nada tak menjawab, melainkan memajukan bibirnya. "udah dower tuh bibir." Sindir Fanya. "Ih.... Fanya, lo ngeselin banget si." "Kenapa lo gak cerita sama gue kalo lo itu udah jadian sama ka Devan? Udah sebulan lagi pacarannya. Gue sebagai sahabat merasa gadianggap tau ga?!" Ketus Nada seraya melipat kedua tangannya. "Gue ga cerita karena gue yakin berita ini bakalan nyebar seantero harpbang dengan sendirinya, tanpa gue kasih tau lebih dulu." "Dan bener aja dugaan gue." Papar Fanya. "Ihhh, tapi kan seharusnya lo cerita ke gue dulu Fan. Lo jahat tau ga?! Marah gue sama lo." Nada membuang mukanya.Ngambek. "Lah, gitu aja marah." "Udah ahhhh hari ini gue mau ngambek dulu sama

