Kesedihan Shinta

1015 Kata

Ternyata Shinta sedang duduk di sudut ruangan yang remang, terpisah oleh sejumput tirai tipis yang terlihat begitu samar di tengah cahaya gemerlap lentera-lentera pesta. Tatapan matanya yang sayu terfokus pada pemandangan yang pahit di hadapannya. Indra dan Yana, dua nama yang tak mungkin terlupakan dalam hidupnya, berdiri bersama di pelaminan dengan senyuman bahagia yang menghiasi wajah keduanya. Mereka adalah lambang kebahagiaan yang Shinta inginkan, tapi juga sumber kesedihan yang tak terungkap baginya. Semilir angin sejuk merayap perlahan, menyentuh pipi Shinta yang basah oleh air mata. Hatinya seakan-akan diikat dalam belenggu emosi yang tak terbantahkan. Rasa cintanya kepada Indra, cinta yang telah tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun, begitu kuat dan dalam. Namun, cinta it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN