Bab 13. S2 Theo

1691 Kata

Hari yang tidak pernah Kaia harapkan tiba, hari ini dia harus meleas Theo untuk pergi menuju negara tempat dia menerima beasiswa. Dia tidak pernah menyangka jika kisah cinta yang diharapkan akan terus mendampingi nya ini harus dipisahkan jarak di antara mereka. Sungguh berat melepaskan dirinya terlebih mereka baru saja menjalin hubungan. “ Jangan nangis sayang lagian aku masih bisa menghubungi, kalo ada waktu aku berkunjung atau kamu yang datang ke sana.” Theo mengusap air mata di pipi Kaia. “ Hmm tapi aku sedih, kabari aku kalau udah sampai.” Kaia menggenggam tangan kekasihnya seakan-akan tidak mau melepaskan dia untuk terbang ke negara di mana dia menerima. “Aku akan merindukanmu,” ucap Theo lalu memeluk Shevaya erat. Kaia hanya bisa menatap punggung Theo yang semakin menjauh, rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN