Hawa dingin mulai Shevaya rasakan ketika keluar dari mobil, mereka sudah sampai di tempat tujuan dan rumah ini terasa sangat nyaman dan tidak begitu dekat dengan rumah penduduk. Lokasinya sangat bagus dan terasa asri walau malam seperti ini. “Ayo masuk, di sini lumayan dingin kalau malam.” Shevaya mengangguk, dia menarik jaketnya dan langsung mengikuti Felix yang sudah masuk lebih awal. Rumah ini memang sangat bagus, Shevaya harap dia bisa memulai hidup baru bersama dengan orang terkasihnya. Shevaya bertahan demi mereka, dia tidak akan menyerah hanya karena Denver mencintai wanita lain. “Maaf sudah merepotkan Nak Felix,” ujar Renald. “Tidak merepotkan lagian rumah ini kosong hanya di rawat oleh simbok. Kalian bisa menempatinya,” ucap Felix. “Terima kasih banyak Felix.” Shevaya langsu

