Shevaya berjalan ke sana ke mari membeli makanan, dia memang membeli sedikit, tetapi banyak macamnya. Suaminya sudah meminta Shevaya untuk di tempat yang sudah disediakan, tetapi wanita itu masih saja lapar mata, Denver kini sudah memiliki pikiran buruk bahwa Shevaya tidak mungkin menghabiskan makanan yang dia beli apalagi makanan yang terlalu banyak untuk bibir mungil dan perut kecilnya. “Udah deh nggak bakalan habis,” ucap Denver menatap Shevaya malas. “Habis!” ujar Shevaya dengan kesal. “Ya udah gini aja kalau habis Mas bakalan ngajak ke mana pun kamu mau, tapi kalau nggak habis kamu harus siap di unboxing malam ini,” ucap Denver. “Baiklah siapa takut.” Shevaya sudah sangat percaya diri, dia kini mulai memakan toppoki dan odeng, kuah odeng terasa hangat membuat dirinya merasa segar.

