Magang berjalan hampir dua bulan, semuanya berjalan sesuai dengan rencana, Shevaya tidak peduli dengan segala ocehan Yuni dan Tia yang seperti kaleng rombeng. Sejak awal mereka memang orang yang bahkan tidak memiliki kualifikasi apa pun di terima dalam perusahaan ini. Mereka memang memiliki koneksi dan sampai sekarang kerjaan mereka hanya duduk nyantai, Shevaya dan Intan kadang hanya membatin mereka benar-benar merugi karena tidak banyak belajar dari perusahaan sebesar ini. “Eh kapan-kapan kita jalan-jalan yuk,” ajak Intan. “Aku bilang sama suami dulu takutnya nggak boleh, soalnya habis kerja dia larang aku untuk pergi. soalnya lagi hamil udah mau 6 bulan ini, sebentar lagi brojol aja nggak nyangka, kapan-kapan datang ke rumah pas bayinya lahir ya onty.” Shevaya berkawan baik dengan Inta

