Bab 50. Bersyukur

2117 Kata

Shevaya tersenyum manis berkenalan dengan para kolega bisnis Denver, dia bahkan bertemu dengan rektor kampus tempatnya berkuliah. Shevaya sedikit gugup, tetapi karena Denver memeluknya dia kembali bersemangat dia tidak akan membuat Denver malu dengan sikapnya, sekarang dia adalah istri Denver karena itulah dia harus terbiasa dengan segalanya. “Pak,” ucap Shevaya menyapa. “Ya Sheva, selamat atas pernikahannya ya.” Shevaya sedikit malu ketika menyapanya. “Maaf kebanyakan ijin ya Pak, akhir-akhir ini emang banyak kejadian yang terjadi. Dia sakit juga jadi banyak merepotkan anda,” ujar Denver. “Nggak papa, lagi pula memang sakit masa dipaksa masuk,” ujar rektor tersebut. Denver mengangguk, setidaknya jika Shevaya hamil mereka tidak perlu bertanya-tanya karena kini Shevaya sudah menikah. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN