Arion berada di dalam kamarnya setelah dia marah akibat keluarganya tidak mendukung keputusannya. Arion tahu dia melakukan kesalahan di masa lalu, tetapi dia sudah mencoba untuk merubah sikapnya dia sadar bahwa selama ini dia melakukan kesalahan saya telah dia mau memperbaiki semuanya mereka seolah tidak percaya dengan tekatnya. “ katanya pengen Aara jadi mantunya, tapi malah kayak gitu. Aku gak paham lagi sama keluarga ini,” ujar Arion. Arion masih lapar, dia bahkan baru menyendok makanan karena asik memperhatikan Aara, tetapi karena semua ucapan itu dia merasa kesal dan tidak melanjutkannya. “Apa kamu nggak peduli sama aku Ra? Kok ga samperin aku? Padahal dulu kamu suka bujuk aku.” Arion menatap ponselnya dengan lemas. Lelaki itu melihat foto kebersamaan mereka ketika bermain bersam

