Bab 82. Pendarahan

2102 Kata

“Maafin aku.” Denver menempel pada Shevaya seharian, lelaki itu terus memohon padanya untuk tidak mengajuka gugatan cerai. Shevaya bahkan kini merasa jengah dengan sikap Denver yang selalu berubah-ubah. Perasaan Shevaya masih sama, dia tidak ingin perasaan cinta itu kembali muncul dan membuatnya terluka. Selama tiga bulan dia hidup tanpa suami, dia pikir seterusnya akan bisa melakukan hal yang sama. Shevaya tidak butuh Denver jika terus di sakiti dan di sepelekan seperti ini. “Minggir Mas, akum au ke kamar mandi.” Shevaya berjalan tertatih, tetapi Denver terus menghadangnya. “Sayang—” “Stop Mas, aku udah kebelet. Minggir kamu,” ujar Shevaya kesal karena Denver banyak tingkah. Shevaya tidak peduli, dia kesal dengan sikap Denver yang selalu plin plan dengan segala hal yang dia lakukan.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN