Andrian duduk termenung, dia tidak menyangka ayahnya menerima perjodohan yang sejak awal dia tolak. Andrian tidak menyukai Barbara, tetapi kini ayahnya kalah dan menerima permintaan neneknya untuk menerima perjodohan itu. Andrian bahkan memiliki ketertarikan pada orang lain karena sejak awal Barbara bukanlah orang yang dia inginkan. “Kenapa kak?” tanya Arsy. “Nggak tau, kecewa aja sama keputusan Papa.” Andrian lalu berdiri dan meninggalkan ibunya yang merasa bersalah. Sejak awal Andrian menolak dengan keras percintaannya di ganggu oleh neneknya, tetapi kini mereka bahkan menerima hal itu secara diam-diam tanpa konfirmasi dengan orang yang bersangkutan. Andrian tidak ingin menjadi anak pembangkang, tetapi jika terus diperlakukan seperti ini maka dia tidak tahan, Andrian bahkan ingin kelu

