Aara menunggu Anne tenang dalam tangisannya, dia paham dengan situasi Anne, dia juga tidak ingin merasa buru-buru atas segala hal yang ingin dia tanyakan. "ke ranjang dulu yuk?" ajak Aara agar posisi mereka lebih enak. Aara menuntun Anne agar wanita itu bisa berjalan dengan lancar menuju ke ranjangnya. Banyak hal yang ingin dia tanyakan, walau dia sangat penasaran Aara Juga tetap mempertimbangkan perkataan yang akan diucapkan karena dia takut jika saya tanyakan terluka jika dia menanyakan hal yang belum siap dia katakan pada semua orang. “Udah jangn nangis, sekarang cerita. Aku ga mau kamu nahan semuanya sendiri, kamu punya sahabat dan keluarha Anne, kamu anggap kita apa? Hingga hal sebesar ini kamu ga kasih tau kita?” Tanya Aara. “Aku nggak mau bikin kalian malu, maaf aku gabisa menja

