aku bahagia akhirnya kami tiba juga di kampung kelahiran bg iril.
ada rasa senang sekaligus sedih teringat kedua orang tua ku yang sudah aku tinggalkan dan memilih bang iril kekasih ku.
kami pun di sambut oleh keluarga bang iril lalu kami di ajak masuk oleh mama nya bg iril dan di seduh kan teh untuk kami berdua,
setelah suasana agak tenang Mama bang iril pun melayang kan beberapa pertanyaan
"kamu datang kesini atas izin orang tua kamu kan?"
"apa tujuan kalian datang ke sini"
dan beberapa pertanyaan lain nya yang membuat aku sempat bingung mau menjawab apa, krna jujur saja aku tidak di restui orang tua ku untuk datang ke sini dan tujuan kami datang ke sini tentu saja mau menikah mengingat aku sekarang mengandung anak nya bg iril.
belum sempat mulut ini menjawab tiba-tiba
"iya orang tuanya tau"
"kami cuma jalan-jalan saja kesini"
suara bg iril menjawab pertanyaan mama nya, aku pun mengangguk seolah membenarkan perkataan bang iril walaupun sebenarnya aku tau jawabannya itu TDK benar! tpi aku tidak mau membuat dia malu dan kecewa.
*******
dua Minggu berlalu aku tinggal di rumah bg iril aku di terima di keluarga ini lumayan baik, ku lirik bang iril yg sedang menatap layar ponselnya, dia terlihat begitu asyik.
"bang kita jadi nikah?" tanya ku
"jadi" balas nya
"kapan" tanya ku lagi
"sabar dek, kita tunggu waktu yang tepat" jawab nya seolah membujuk ku.
aku merasa tidak puas dengan jawaban yg di berikan bg iril, pikiran ku pun semakin kacau memikirkan keadaan ku yg semakin hari semakin membuncit, aku tidak mau kalau sampai orang-orang sampai tau keadaan ku yang sedang hamil muda.
dan pikiran itu terus berputar di kepala ku setiap saat.
selang beberapa hari aku pun melayang kan pertanyaan yang sama pada bg iril, tpi bukan mendapatkan jawaban yang baik tpi bg iril malah marah-marah dan bilang kalau aku terlalu menuntut dia untuk segera menikahi ku..
aku merasa kecewa dengan sikap nya dan seandainya hanya kami berdua saat ini pasti aku sudah meluapkan emosi saat ini.
"kalau abg nggak mau segera menikahi ku!aku akan pulang ketempat orang tua ku" aku berkata dengan rasa kecewa didalam hati ini.
aku segera mengemasi pakaian ku dan memasukkan ke dalam koper,.
sebenarnya aku tidak benar-benar berniat meninggalkan bg iril, tpi ingin dia sadar dengan keadaan ku dan berharap dia segera menikahi ku secepatnya.
aku melangkah keluar dari rumah ini membawa koper yg berisi pakaian ku,
aku sedikit melirik ke arah dapur mencari keberadaan mama nya bg iril, berharap mama nya bg iril saat ini tdk berada di rumah agar dia tidak melihat ku keluar dari rumah ini.
belum jauh aku berjalan keluar dari rumah bg iril, aku melirik bg iril yg sempat mengejar ku dari belakang.
aku sempat bahagia mengira bahwa bg iril akan memohon agar aku tidak pergi dan sadar atas kesalahannya.
tapi na'as belum selesai aku membayangkan apa membuat ku sempat bahagia itu tiba-tiba aku jatuh terjungkal siku dan lutut ku terluka kena goresan batu kecil yang ada di tanah.
syok dengan perasaan tidak percaya atas kenyataan yang aku dapati sekarang.
tiba-tiba mata ini menghangat hati ini juga terasa sesak dengan kenyataan yang ada di depan mata.
akhirnya bening hangat pun lolos terjatuh membasahi pipi ini, dan semakin deras nya mengalir.
bagaimana tidak! laki-laki yang sangat aku cintai itu yg telah membuat ku terjungkal barusan, dia menendang tubuh ku dari belakang.
masih tenggelam dalam perasaan sedih dan syok tidak percaya,
tiba-tiba sebuah tangan menarik kerah baju ku dan menyeret ku masuk ke dalam rumah yang barusan hendak aku tinggalkan itu.