59. Luka Yang Terbuka

1220 Kata

“Saya cuma pulang untuk ambil pakaian ganti. Nggak usah diperbesar dengan prasangka yang bukan-bukan. Itu cuma asumsi dan perasaan kamu aja. Saya sama sekali nggak merasa menjauhi atau menghindari kamu. Jadi jangan berpikir terlalu jauh.” “Berpikir terlalu jauh? Aku nggak akan berpikir jauh kalau kenyataannya nggak begitu. Tapi nyatanya? Mas memang menghindari aku.” Tarikan napas Alvar terdengar berat, kali ini pria itu tidak menutupinya. “Ini lewat tengah malam, waktunya istirahat. Jadi sebaiknya kamu lanjutkan tidurmu. Maaf kalau pulangnya saya ganggu tidur kamu.” Aroha yang tidak tahan dengan pembicaraan mereka yang selalu terpotong dan tidak pernah terselesaikan berdiri dari posisi duduknya yang semula di kasur. Wanita itu sungguh tidak bisa membiarkan situasi mereka terus berlarut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN