“Menyenangkan, Yah! Sangat menyenangkan! Sayang sekali memang cuma sebentar, tapi kami juga merasa itu porsi yang pas karena… karena semuanya mendadak dan kami seolah tinggalin kerjaan tiba-tiba jadi agak nggak enak sama rekan kerja yang lain karena harus ambil cuti dadakan. Well, lain kali aku dan Mas Alvar akan coba untuk ambil waktu yang pas dan matang supaya bisa pergi liburan lama tanpa harus kepikiran kerjaan. Ayah dan Ibu tenang aja… Kami udah berencana melakukannya kok. Iya kan, Mas?” Alvar yang mendengar Aroha bisa panjang lebar dalam satu tarikan napas dibuat sesak sendiri. Seolah dirinya yang melakukannya, tapi begitu Aroha menatap dan senyum ke arahnya dengan mengarahkan padanya sebuah kalimat tanya, pada akhirnya Alvar membalas dengan senyum tipis dan anggukan setuju. “Iya,

