72. Alasan Untuk Bahagia

1252 Kata

“Alasan aku datang?” Aroha mengangguk. Itu jam istirahat, jadi mereka bisa sedikit santai di klinik, meski kalau ada keadaan darurat keduanya tetap harus bekerja. Beruntungnya, karena keadaan klinik sekarang sepi dan lengang dua sahabat itu bisa berbincang dengan tenang—meski entah beberapa menit ke depan. Wanita itu menunggu jawaban Dira, sambil mengunyah makan siangnya yang di antarkan oleh salah satu prajurit khusus untuk dua dokter di klinik mereka itu. “Ah, aku belum bilang sama kamu ya?” Bukannya menjawab, Dira malah balik bertanya. “Kita belum ada waktu untuk ngomongin soal itu sebelumnya lebih tepatnya. Yah, kamu tahu kenapa. Tapi karena sekarang semua udah clear, aku rasa aku udah bisa tahu alasan kamu jauh-jauh dateng ke tempat ini, kan?” Dira menunjukan deretan giginya yang

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN