“Kalau aku bilang aku nggak bisa ikut Mas karena PPDS-ku gimana?” Aroha akhirnya bicara setelah bungkam lumayan panjang. Wanita itu membiarkan Alvar memasak makanan untuknya terlebih dulu dan memakan makanan yang dimasak suaminya itu hingga habis baru memilih bicara. Sebab Aroha tahu kalau dirinya tidak melakukan hal itu, Alvar pasti akan mengalihkan pembicaraan dan tidak fokus pada pembahasan mereka, seperti sebelumnya. Keduanya ada di meja makan sekarang, duduk berhadapan. Meski itu jelas bukan jamnya untuk makan malam karena sudah hampir tengah malam, tapi itu lebih baik dibandingkan Aroha tidur dengan perut kosong entah sejak kapan. “Sebelum pernikahan pun kamu udah bilang, kalau kamu mau fokus dengan profesi kamu, kan? Apa yang salah dengan itu? Kamu bebas menjalani hidup kamu, Aro

