“Komandan.” Erwin yang berada di ruangan administrasi menoleh, menaikan sebelah alihnya menatap juniornya itu. “Lho, udah bicaranya? Sebentar sekali. Kalian benar bicara atau nggak sih?” Alvar meringis. “Ini udah malem komandan. Dr. Aroha pasti capek, maka dari itu saya mau izin biar dr. Aroha gunakan ruang kesehatan untuk tempatnya istirahat sementara. Saya nggak mungkin bawa beliau ke asrama atau menempati rumah yang masih kosong nggak ada apa-apanya, kan? Maka dari itu…” “Cara bicara kamu soal istrimu itu aneh, Al. Kamu tahu itu? Kalian bener-bener terasa berjarak. Ada apa sebenarnya?” Erwin dan keingintahuannya yang besar. Bukan lancang atau ingin tahu masalah rumah tangga orang lain, katakanlah Erwin memang memiliki kepedulian yang terlampau besar, sangat besar bahkan hingga semu

