Felix mendengus kesal sekaligus merasa lucu dengan sikap sepupunya itu. Rasa khawtair Varen yang berlebihan membuatnya terlihat lebih menyebalkan sekarang. “Aku hanya…...” Belum selesai Felix berbicara Varen sudah memotong perkataannya terlebih dahulu. “DIAM!” ucapnya dengan penuh penekanan. Felix pun akhirnya terdiam dan mengatupkan bibirnya rapat-rapat seraya menahan senyumnya. Pintu ruangan IGD terbuka dan Varen langsung menghampiri dokter, “Bagaimana keadaan istri saya?” “Istri anda mengalami stress ringan. Dia juga kelelahan, saya sarankan agar dia lebih banyak istirahat dan makan yang bergizi. Jangan terlalu banyak pikiran.” jawab dokter. “Baik dok.apa saya sudah bisa menemuinya?” perasaan Varen tidak tenang sebelum dia melihat keadaan Reina dan memastikan sendiri kalau istriny

