Dan kemarahan Reina terus berlanjut sampai dia hendak berangkat kerja. Wanita itu tetap mengacuhkannya dan tidak mau bicara dengannya. Varen semakin bingung dengan sikap istrinya itu. “Rei…..jangan diam begini dong. Tolong bicara padaku, jangan terus diam begini.” Mendengar permintaan suaminya, Reina menatap Varen dengan mata berkaca-kaca karena sebenarnya dia pun merasa tidak nyaman mendiamkan suaminya tapi dia masih merasa kesal. ‘Aku tidak bisa lemah dan memaafkannya. Dia sudah membuatku sedih dan menangis.’ bisik hatinya. Tanpa menghiraukan suaminya, Reina mengambil tasnya dari kamar lalu berjalan keluar rumah tanpa pamit pada suaminya, dia berangkat kerja. Taksi yang biasa mengantarnya sudah menunggu seperti biasanya. Reina masuk kedalam taksi dan menutup pintu. Sepanjang perjalan

