Takdir

1039 Kata

Joana berjalan cepat memasuki kantor polisi. Malam-malam begitu, dia mengenakan kacamata hitam, dan floppy hat agar orang-orang tak mengetahui siapa dia. Padahal tampilan itu hanya membuatnya terlihat mencolok. "Kalian tidak waras? mengapa menelponku malam-malam begini!" pekik Joana. Suaranya menggema di kantor polisi yang hanya terdiri dari beberapa orang petugas tersebut. "Maaf Nona, seseorang mabuk dan membuat keributan. Dia mengatakan bahwa dia suami anda," ucap seorang petugas polisi kepada Joana. "Siapa yang berani-beraninya ..." Joana terdiam, begitu polisi menunjuk orang yang sedang berguling di tempat duduk, sebelah pintu masuk kantor polisi. "W-Wooseok?" "Kau benar istrinya? urus suamimu, dia menangis dan membuat keributan di kedaiku. Kami jadi terlambat pulang gara-gara di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN