"Maaf, aku mengagetkanmu," Wooseok tersenyum sambil menunduk, "Anehnya, seperti ada magnet di tubuhmu. Kau selalu menarikku untuk lebih dekat." "Jaga sikapmu, br*ngsek. Kenapa kau berkeliaran di sekitarku? harusnya kau pergi bersama wanitamu." "Jo ... sepertinya kau cemburu pada Seulgi. Kau masih menyukaiku?" "Omong kosong apa yang kau bicarakan," "Jelas terlihat di wajahmu. Jika kau tidak cemburu, kenapa kau sepertinya sangat jengkel ketika melihat Seulgi." "Kau tak mengenalku? ah tentu saja kau lupa, aku selalu jengkel dengan semua orang. Tak terkecuali dia, ataupun dirimu." Joana hendak mendorong trolinya, dan menjauh dari Wooseok. Namun, Wooseok malah merebut troli Joana, lalu mendorongnya. "Apa yang kau lakukan, kembalikan troliku!" Joana berusaha merebut troli dengan belanjaan

